
Gastron gas detector menjadi salah satu perangkat yang perlu dipasang dalam beberapa jenis pekerjaan yang berkaitan dengan gas. Anda tidak dapat melihat gas, merasakan, dan terkadang tidak dapat mencium baunya. Tetapi, gas tersembunyi di sekitar tempat kerja. Zat-zat ini dapat membahayakan pekerja, menyebabkan cidera, bahkan kematian. Berikut adalah beberapa jenis industri yang berisiko terpapar gas berbahaya dan perlu Gastron gas detector.
- Penambangan dan Penggalian
Biarpun gas yang terjadi secara alami sangat penting untuk kehidupan, namun beberapa diantaranya dapat merampas nyawa manusia. Zat ini biasanya ditemukan di bawah tanah dan itu menjadi salah satu risiko pekerjaan paling mematikan bagi penambang dan pekerja logam. Ketika terhirup, zat tersebut dapat menyebabkan asfiksia dan penyakit pernapasan kronis.
Beberapa bahkan mudah terbakar dan meledak saat terkena suhu tinggi. Di lokasi penggalian, metana (CH4) dan hidrogen sulfida (H2S) merupakan gas berbahaya. Gas tersebut sangat mudah terbakar dan sebagian besar kebakaran serta ledakan tambang batu bara diakibatkan oleh penyulutannya.
- Pemurnian Kimia
Oils pressed atau yang diekstraksi dari tanaman dan sumber lain dimurnikan sebelum digunakan dalam industri, seperti untuk aplikasi kosmetik dan farmasi. Kontaminan seperti asam lemak bebas, pro-oksidan, dan fosfatida harus dihilangkan agar produk akhir aman digunakan oleh menusia.
Untuk melakukan ini, industri pengolahan perlu menggunakan berbagai bahan kimia, seperti amonia (NH3), dan klorin (Cl2). Sebagai gas beracun, tingkatnya harus dijaga seminimal mungkin untuk melindungi pekerja. Sayangnya, amonia dan klorin ini bereaksi secara eksplosif jika dikombinasi dengan senyawa tertentu.
Awalnya, Anda mungkin mencium bau asap di dalam fasilitas lingkungan kerja. Tetapi pemaparan dalam waktu lama membuat kemampuan Anda untuk mencium baunya menjadi berkurang. Gastron gas detector pun diperlukan karena dapat memantau komposisi udara dan memperingatkan pekerja setelah bahan kimia mencapai tingkat beracun.
- Pulp dan Kertas
Seperti halnya di bidang pertambangan dan penggalian, metana dan hidrogen sulfida adalah gas utama yang menjadi perhatian saat membuat pulp dan kertas. Prosesnya melibatkan pemecahan lignin, lem yang menyatukan produk-produk ini. Reaksi kimia melepaskan CH4 dan H2S yang berbahaya bagi kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.
Paparan dengan konsentrasi tinggi dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah hingga menyebabkan asfiksia atau mati lemas yang menyebabkan pingsan, cidera paru atau kematian.
- Otomotif
Fasilitas otomotif yang dimaksud di sini termasuk laboratorium penelitian dan pengembangan, serta ruang lingkungan untuk pengusian mesin. Jika tidak dipantau dengan benar, gas berbahaya akan mudah terbentuk didalamnya. Zat seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrit oksida (NO) akan terakumulasi saat dipancarkan dari pembakaran bahan bakar hidrokarbon. Zat tersebut menjadi berbahaya bagi pekerja bila bercampur di udara.
Paparan SO2 dan NO dapat menyebabkan luka bakar kimiawi yang parah dan jika terjadi kontak dengan mata, seseorang dapat kehilangan penglihatan. Efek samping lainnya mulai dari sakit kepala, kelelahan, penumpukan cairan di paru-paru, pembengkakan saluran pernapasan bagian atas, hingga menyebabkan kematian.
- Makanan dan Minuman
Barangkali, tidak terlintas di benak Anda bila perusahaan makanan dan minuman menjadi bidang industri yang harus menghadapi gas berbahaya. Tetapi umumnya, perusahaan dan pabrik pengolahan memiliki sejumlah karbon dioksida yang berasal dari dry ice atau zat ragi seperti yiest, yang digunakan untuk menambah karbonasi pada air atau soda. Senyawa kimia ini tidak meracuni Anda jika dicampur dengan makanan, tetapi dapat berbahaya bila dihirup pada konsentrasi tinggi karena dapat membuat pekerja merasa tercekik dan meningkatkan tekanan darah. Bila karyawan terus-menerus bekerja dengan atau terpapar zat beracun, sangat penting bagi perusahaan untuk berinvestasi pada monitor pendeteksi gas, seperti Gastron gas detector untuk meminimalisir kecelakaan kerja
